Rabu, 28 April 2010 0 komentar

Pondok pesantren adalah lembaga penyiaran dan penyebaran Dienul Islam, didirikan dalam rangka pembagian tugas Mukminin dan untuk Tafaqquh Fii Ad-Dien. Maka secara langsung ataupun tidak langsung seluruh oknum yang berkecimpung di dalamnya baik Ustadz maupun santri memiliki tanggung jawab moral yang tinggi terhadap apa yang terjadi dalam penyebaran ataupun eksistensi Islam itu sendiri.

Di dalam Islam sendiri terdapat banyak cara bagaimana seorang muslim bisa berdakwah...
Selasa, 20 April 2010 0 komentar

dragon scroll


        Pooh namanya seekor panda yang gemuk, bau dan bodoh. Yang membuat dia berbeda dengan yang lain hanyalah keluguan dan semangatnya yang pantang menyerah. Tentunya film kung fa Panda sudah cukup familier bagi kita semua, sebuah cerita yang syarat dengan makna yang cukup dalam tentang kehidupan.
      "Unpredictable"  adalah vocab dalam misteri panggung dunia. Manusia mempunyai prediksi yang tidak mungkin bisa menembus langit dan bumi (namanya saja prediksi). Sampai pooh sendiri tidak bisa memprediksi jalur nasib dia sebagai Dragon Warrior, benar-benar unpredictable, jangankan  menjadi ksatria naga menjadi penjual mie saja tidak pecus.
       Kita sebagai bangsa Indonesia sering menjadi penonton wajah dan jati diri bangsa ini lewat kacamata televisi yang saat ini menjadi rasul baru atau dewa digital bagi penggemarnya , padahal penuh dengan "kepentingan-kepentingan", propaganda, dan hal lainnya yang bersifat kamuflase belaka. Satu sisi pandangan yang sempit dari televisi tersebut menjadi keyakinan dan madzhab yang selalu membenci dan pesimis sehingga lunturlah kebanggaan kepada tanah air merah putih. Tak sadar bangsa kita ini membenci ibu pertiwi yag telah melahirkannya. 
       Pooh yang lugu dan polos dengan modal semangat pantang menyerah  dan keikhlasan yang sempurna ditemukan dengan jalur nasib yang incredible dengan capability yang jauh dari perkiraan nalar. Dia memiliki keikhlasan yang secara otomatis tertera dalam hatinya, yang mungkin tidak banyak orang memiliki. Banyak orang lain di sekitarnya memiliki kehebatan dan kelebihan namun sebaliknya, perlu diketahui bahwa kehebatan dan kemahiran itu lebih mudah dilatih daripada mewujudkan sikap keikhlasan. Pooh hanya memerlukan satu jimat yang dapat membawa dia menjadi sosok pendekar yang tangguh, yaitu self confidient.                                                              
      Indonesia hanya memerlukan satu senjata pamungkas yaitu  Dragon Scroll, bangsa di dalamnya harus mampu menghilangkan benalu kebencian terhadap bangsanya sendiri, Indonesia masih memiliki seribu harapan untuk menjadi negara yang hebat, bukan hanya segi fisiknya tapi juga jiwanya.
Rabu, 14 April 2010 0 komentar

"Topeng Monyet"

“TOPENG MONYET”
Topeng monyet sebuah pertunjukan yang cukup akrab dengan lingkungan kita. Dimana si monyet menunjukkan keahliannya dalam menirukan tingkah laku manusia. Suatu hal yang unik di pertunjukan ini adalah si monyet mengenakan topeng yang gambar dan bentuknya tak kalah unik dengan wajah monyet itu sendiri, malahan terkadang topeng itu berwajah manusia.  

Ketika kita tafakkuri aksi tersebut, terbesit dalam relung hati kita, bahwa wajah dan rupa manusia itu hanyalah sebuah kedok dan kulit luar yang binatang apa saja bisa mengenakan, bahkan seekor monyet sekalipun. Sangat marak sekarang ini monyet yang bertopeng ganteng, keren, kaya dan berdasi berebut untuk berpose di depan kamera duniawi. Wajah asli dari seorang manusia adalah tingkah laku dari poros hatinya yang suci. Dalam sebuah hadits dikatakan:..
Kamis, 19 November 2009 0 komentar

Situs modernisasi situs keingkaran the black ige

Era modern identik dngan kbebasan akal dan nalar, sbuah situs pradaban yg saat ini mewarnai seluruh aspek khidupan. Produk utamanya adalah keindahan materi dan kecanggihan tekhnologi, membuat setiap manusia merasa hebat dan percaya diri, bahkan lupa diri. Kenyataanya pada saat ini unsur-unsur estetika, dan intuitif jiwa yg memopang akhlak, sbagai acuan agama malah dicap sebagai produk kuno dan kaku. Istilah modern itu sendiri merupakan sebutan the new kingdom yang dibangun oleh Barat guna mendewakan peraban manusia. Imam al-Ghozali dalam kitabnya al-munqid minad dlolal telah lebih dulu mengemukakan kriteria-kriteria manusia (dalam pencarian kebenaran) menjadi 4 golongan : 1. al-Mutakallimun, 2. al-batiniyyah, 3. al-Falasifah, 4. As-Sufiyah. Dalam kelompok al-falasifah terdapat 3 macam golongan, antara lain : ad-dahriyyun, at-Thobi'iyyun, dan al-Ilahiyyun. Menurut beliau para failosof karena cenderung/sering melakukan perenungan-perenungan yang lepas kontrol dari syari'ah sehingga salah satu sisi logikanya, karena lebih sering digunakan mengakibatkan ketidakseimbanagan bagi unsur-unsur yang lain dalam diri mereka. Contohnya tipe orang-orang at-Thobi'iyyun yang oleh Imam Ghozali dikafirkan karena aktivitas mereka dalam penelitian-penelitian terhadap alam tanpa sandaran agama yang kuat membuat mereka meyakini adanya Tuhan namun mereka mengingkari akan adanya hari akhir dan hari hisab, akhirat dll. menurut mereka setelah badan/raga itu musnah maka ruh pun akan musnah karena tidak memiliki tempat kembali baginya. Modernisasi tak beda jauh dengan pemahaman tersebut. Manusia karena ketidakseimbangan antara aktivitas jiwa dan raganya menjadikan mereka bagaikan bongkahan batu besar yang keras tanpa jiwa, atau hanya menjadi angin sepoi yang tak bertubuh, dengan kata lain mereka mereka menjadi lupa akan ajaran agama karena terlalu sering bersentuhan dengan penelitian-penelitian yang mendewakan akalnya sehingga mereka menjadi sangat materialistis, atau sebaliknya yaitu mereka akan melupakan kenyataan hidup karena melupakan akalnya dan menjadi jin-jin yang tampak sebagai manusia, dan modernisasi adalah wujud dari "membatunya manusia"
Selasa, 10 November 2009 0 komentar

renungan qolbu......!




ETIKA KETUHANAN


Tuhan itu Satu
Menatap rintik-rintik setiap qolbu
Betapa bahagia sang hamba bersatu
Menuju hidup yang begitu terpadu
Namun semua itu bukan ajang “aku”
Semua itu mari aku juga mengerti orang-orang sekelilingku
Menjulang tinggi ke atas dengan Yang Satu
dan sayapku bermata duniaku
semuanya wujud dari pengabdianku
mewujudkan kepalan kemanusiaanku
itulah sang gerombolan menyertaiku
tanpa ujung tanduk yang berbahaya bagiku
bangkitlah sang prana mendapatkan jati diri itu
bahwa manusia memang harus begitu




 
;